Perencanaan Pengendalian Simpang Tak Bersinyal Pada Simpang Jalan Raya Uluwatu Jimbaran – Jalan Raya Kampus Udayana, Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung

Authors

  • Ni Made Widya Pratiwi Program Studi Teknik Sipil Universitas Warmadewa
  • I Nengah Oki Dwi Andika Program Studi Teknik Sipil Universitas Warmadewa
  • Kadek Windy Candrayana Program Studi Teknik Sipil Universitas Warmadewa

DOI:

https://doi.org/10.38043/reinforcement.v5i1.7180

Keywords:

Degree of Saturation, delay, PKJI 2023, side friction, unsignalized intersection

Abstract

Simpang tak bersinyal Jalan Raya Kampus Udayana–Jalan Raya Uluwatu Jimbaran merupakan salah satu titik kemacetan di wilayah Badung Selatan, Bali. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya volume lalu lintas, aktivitas komersial di sekitar simpang, serta hambatan samping akibat kendaraan yang berhenti dan parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal tersebut serta memberikan alternatif solusi untuk meningkatkan kapasitas dan mengurangi derajat kejenuhan. Metode penelitian dilakukan melalui survei kondisi geometrik, volume lalu lintas, dan hambatan samping menggunakan rekaman video selama 14 jam pada hari kerja dan hari libur. Data dianalisis menggunakan pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan parameter utama berupa kapasitas simpang (C), derajat kejenuhan (Dj), tundaan rata-rata (T), dan peluang antrian (Pa%). Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi eksisting simpang memiliki kapasitas sebesar 2360,08 smp/jam, derajat kejenuhan 0,92, tundaan 16,135 detik/smp, dan peluang antrian antara 34%–67%, yang berarti simpang sudah tidak memenuhi syarat kelayakan (Dj < 0,85). Penerapan alternatif pengaturan hambatan samping meningkatkan kapasitas menjadi 2439,62 smp/jam dan menurunkan derajat kejenuhan menjadi 0,89, dengan tundaan 15,282 detik/smp. Sementara itu, kombinasi pengaturan hambatan samping dengan pembatasan jenis kendaraan (kendaraan sedang/KS) menghasilkan kinerja terbaik, yaitu kapasitas 2526,17 smp/jam, derajat kejenuhan 0,82, tundaan 13,946 detik/smp, dan peluang antrian 28%–56%. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan pengaturan hambatan samping dan pembatasan gerak belok kanan efektif dalam meningkatkan kinerja simpang tak bersinyal, menurunkan tingkat kejenuhan, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan komersial dan pendidikan seperti Jimbaran.

References

M. N. Nasution, Manajemen Lalu Lintas dan Rekayasa Jalan. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996.

A. Kadir, Dasar-Dasar Transportasi dan Perencanaan Jalan. Yogyakarta: Deepublish, 2006.

C. S. Papacostas, Transportation Engineering and Planning. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, 1987.

R. & R. Azis, Sistem Transportasi Perkotaan dan Implikasinya. Bandung: Penerbit Andalas, 2018.

A. AASHTO, “Policy on geometric design of highways and streets,” American Association of State Highway and Transportation Officials, Washington, DC, vol. 1, no. 990, p. 158, 2001.

P. Rorong Langi J. & Sumolang E., “Identifikasi Titik Kemacetan pada Ruas Jalan dan Simpang di Wilayah Perkotaan Manado,” Jurnal Infrastruktur Transportasi, 5(3), 91–99, 2015.

P. (Pedoman K. J. Indonesia), Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, 2023.

A. Nugroho, Peningkatan Kinerja Lalu Lintas dengan Sistem Satu Arah. Jurnal Transportasi Indonesia, 3(1), 55–63, 2008.

F. D. Hobbs, Traffic Planning and Engineering. Oxford: Pergamon Press, 1995.

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Ni Made Widya Pratiwi, I Nengah Oki Dwi Andika, & Kadek Windy Candrayana. (2026). Perencanaan Pengendalian Simpang Tak Bersinyal Pada Simpang Jalan Raya Uluwatu Jimbaran – Jalan Raya Kampus Udayana, Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management, 5(1), 1-9. https://doi.org/10.38043/reinforcement.v5i1.7180

Issue

Section

Articles