Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Berdasarkan PKJI 2023 dan PTV VISSIM 2025 (Studi Kasus: Simpang Padang Galak Kota Denpasar)
DOI:
https://doi.org/10.38043/reinforcement.v4i2.7045Keywords:
Kinerja Simpang, PKJI 2023, Penyesuaian Waktu Hijau, PTV VISSIM, Simpang bersinyalAbstract
Simpang Padang Galak di Kota Denpasar merupakan simpang bersinyal tiga fase yang menghubungkan Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Padang Galak, dan Jalan Waribang. Lokasi simpang yang strategis menyebabkan volume lalu lintas tetap tinggi, baik pada hari kerja maupun akhir pekan. Kondisi ini menimbulkan permasalahan berupa kemacetan, panjang antrian, waktu tunggu yang lama, serta tundaan yang tinggi. Analisis kondisi eksisting dilakukan menggunakan metode PKJI 2023 dan PTV VISSIM 2025. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar pendekat berada pada tingkat pelayanan LOS F, dengan tundaan rata-rata tertinggi 112,54 detik pada hari kerja dan 98,45 detik pada akhir pekan di pendekat barat, serta antrian terpanjang di pendekat utara dengan panjang 512,5 m pada hari kerja. Simulasi penyesuaian waktu hijau menurunkan antrian dan tundaan secara signifikan, namun sebagian besar pendekat tetap berada pada LOS F, sehingga perbaikan hanya berdampak parsial. Diperlukan strategi optimasi lanjutan seperti perubahan geometrik simpang atau rekayasa lalu lintas lainnya untuk meningkatkan kinerja simpang secara menyeluruh.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Reinforcement Review in Civil Engineering Studies and Management

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

