PENERAPAN TRANSFORMASI DIGITAL PADA UKM SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA DENPASAR

Authors

  • Ni Made Widnyani nimadewidnyani
  • Ni Luh Putu Surya Astitiani Universitas Bali Internasional
  • Berty Christina Lidyanita Putri Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.38043/jimb.v6i1.3093

Abstract

Kemajuan teknologi yang semakin dinamis diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku bisnis konvensional. Sejak penetapan pandemik global COVID-19 oleh WHO pada awal tahun 2020, akselerasi transformasi digital merupakan salah satu hal dalam merespon pandemik COVID-19 yang melanda dunia bisnis secara sejak akhir 2019. UKM sebagai sektor yang sudah terbukti dapat bertahan dalam krisis, oleh karena itu UKM didorong untuk mempercepat proses transformasi digital karena kebijakan pembatasan jarak yang diberlakukan selama pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya model transformasi digital yang tepat untuk setiap bisnis ukm, khususnya dalam memanfaatkan momentum yang dipercepat akibat kebijakan pembatasan sosial diberlakukan selama pandemi COVID-19, karena dalam pemilihan model yang tepat diyakini akan memberikan probabilitas yang lebih baik dari transformasi yang berhasil. Studi ini merupakan penelitian kualitatif melalui analisis konten untuk menghasilkan konstruksi model teoritis transformasi digital model untuk transformasi digital yang wajar untuk UKM. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, bahwa berdasarkan pemetaan digital transformasi UKM di Denpasar pada model R-DT, dapat disimpulkan bahwa: (1) pemicu utama DT UKM adalah driver eksternal, driver internal belum banyak ditemukan, terutama di masa pandemi COVID-19, yang dilakukan masih bersifat reaktif dan cenderung hanya menguikuti Langkah-langkah faktor transformasi lain agar tidak mencipatkan keunikan dari UKM tersebut yang akan mengakibatkan hilangnya peluang untuk memiliki keunggulan kompetitif atas pesaing; (2) secara umum pelaksana DT UKM telah menetapkan imperative strategis atas keputusan mereka untuk melakukan transformasi digital, namun belum menetapkan secara terukur milestone sehingga transformasi digital yang dilakukan tidak dapat diukur tingkat keberhasilan; (3) DT yang dilakukan pada umumnya adalah mengubah sebagian operasional perusahaan menjadi digital, hal ini menunjukkan masih rendahnya kematangan digital UKM di Kota Denpasar.

Kata kunci : Transformasi Digital, UMKM, Penelitian Kualitatif

Downloads

Published

2021-08-03