PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK DARI SEKAM PADI YANG RAMAH LINGKUNGAN DI DESA LUWUS, KEC. BATURITI, KAB. TABANAN

Authors

  • Ni Made Wulandari Universitas Pendidikan Nasional
  • A.A.Ngr.Eddy Supriyadinata Gorda Universitas Pendidikan Nasional

DOI:

https://doi.org/10.38043/parta.v2i2.3445

Abstract

Sector pertanian sedang mengalami penurunan penjualan hasil panen dan juga melemahnya harga hasil panen petani. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat dikarenakan dampak dari pandemic covid-19 dan juga dikarenakan berubahnya pola hidup masyarakat. Pandemic covid-19 menyebabkan masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan terutama menjaga setiap asupan yang masuk kedalam tubuhnya, oleh karena itu saat ini masyarakat sangat gemar mengkonsumsi segala sesuatu yang ditanam secara organic, berdasarkan fenomena tersebut dibuatlah pupuk organic sendiri yang berasal dari sekam padi, biaya produksi yang rendah serta kaya akan manfaat membuat pupuk ini cukup menarik dan banyak diminati masyarakat. Metode atau strategi yang akan digunakan untuk mengimplementasikan solusi ini yaitu melalui pemberian edukasi dan sosialisasi terkait pupuk organic dari sekam padi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menyatakan bahwa setelah masyarakat mengetahui informasi ini melalui edukasi serta sosialisasi yang diberikan saat pemberdayaan kuliah kerja nyata, dapat dilihat bahwa antusias masyarakat terhadap kehadiran pupuk organic ini sangat tinggi. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan pupuk ini mereka bisa menghemat biaya pemeliharaan tanaman sehingga akan meningkatkan laba yang diterima serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian, dengan tagline organic.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2022-03-16

How to Cite

1.
Wulandari NM, Gorda AS. PENGOLAHAN PUPUK ORGANIK DARI SEKAM PADI YANG RAMAH LINGKUNGAN DI DESA LUWUS, KEC. BATURITI, KAB. TABANAN. PARTA [Internet]. 2022Mar.16 [cited 2022May28];2(2):128-33. Available from: https://journal.undiknas.ac.id/index.php/parta/article/view/3445

Issue

Section

Artikel