PEMANFAATAN KAIN PERCA BAGI PENJAHIT PUTRI GUNA MENINGKATKAN OMSET DITENGAH PANDEMI COVID-19 DI DESA PADANGSAMBIAN KLOD

Authors

  • Ni Putu Ekawahyu Pratiwi Universitas Pendidikan Nasional

Abstract

Limbah kain termasuk limbah anorganik yang terus meningkat setiap tahunnya dikarenakan oleh pesatnya laju fast fashion dewasa ini. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA) melansir bahwasanya 5% daratan di dunia ini tertutupi oleh limbah textile yang tidak dapat didaur ulang dan diuraikan dengan peningkatan 3% sampai 5% setiap tahunnya (Munir et al., 2021).  Jika terjadi peningkatan dari tahun ke tahun tentu saja hal ini akan mencemari bumi. Oleh karena itu limbah kain perca harus didaur ulang menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual ekonomis seperti kotak tisu. Disamping untuk mengurangi pencemaran bumi akibat limbah textile, proses daur ulang limbah menjadi produk kreatif kotak tisu ini juga dapat membantu penjahit meningkatkan omset ditengah pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan penjahit di Desa Padangsambian Klod. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu observasi atau wawancara kepada penjahit, memaparkan solusi dan program kerja, lalu pelaksanaan program kerja sesuai yang telah disusun. Program kerja dimulai dari memberi edukasi pemanfaatan limbah kain perca, branding produk dan jasa melalui digital marketing, dan contoh pembuatan produk kotak tisu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi limbah textile sekaligus menambah omset penjahit ditengah pandemi Covid-19.

Keywords : Community Deducation, Patchwork, Tailor in Padangsambian Klod Village, Textile Waste.

Downloads

Published

2021-09-21

Issue

Section

Artikel