MELACAK PENYEBAB AGRESIVITAS VERBAL DI MEDIA SOSIAL BERDASARKAN PERSPEKTIF KAJIAN COMMUNIBIOLOGY

Authors

  • Dewanto Putra Fajar Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.38043/jids.v4i2.2370

Keywords:

Agresivitas Verbal, Media Sosial, Bahasa, Komunikasi, Communibiology

Abstract

Agresivitas verbal di media sosial menjadi permasalahan yang relatif penting saat ini. Hal itu ditunjukkan dengan penggunaan kata-kata, ujaran verbal, yang umumnya diwujudakan menggunakan bahasa dengan konotasi negatif, yang ditujuan untuk menyerang orang lain (pengguna lainnya). Artikel ini bertujuan mendapatkan gambaran holistik pada penyebab munculnya agresivitas verbal di media sosial beradsarkan kajian communibiology, dengan harapan bisa mendapatkan solusi efektif untuk mengurangi agresivitas verbal di media sosial. Lebih lanjut, artikel ini menggunakan pendekatan metodologis berupa kajian literatur (literature review) untuk menjelaskan fenomena agresivitas verbal yang umum terjadi di media sosial. Kajian communibiology menuntun peneliti mendapatkan gambaran besar bahwa sebagian besar agresivitas verbal di media sosial berkaitan dengan mekanisme fisiologis dalam otak, yang berkaitan dengan kepribadian dan pengendalian diri. Pada akhirnya, artikel ini menyarankan bahwa pengendalikan diri merupakan cara efektif untuk menekan kemungkinan penggunaan komunikasi yang buruk, dan agresivitas verbal di media sosial

Author Biography

Dewanto Putra Fajar, Universitas Brawijaya

Jurusan Ilmu Komunikasi, Asisten Ahli

References

Ashworth, P. (2000). Psychology and ‘Human Nature’. Philadelphia: Psychology Press.

Bear, M. F. Connors, B. W. Paradiso, M. A. (2016). Neuroscience Exploring The Brain. Fourth

edition. Philadelphia: Wolters Kluwers.

Carlson, N. R. (2015). Fisiologi Perilaku, edisi kesebelas, jilid 1. Damaring Tyas Wulandari (terj). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Beatty, M. J. (2008). Communibiology. dalam Wolfgang Donsbach (editor) International Encyclopedia of Communication: 595-591. Malden: Blackwell Publishing.

Dougall, A. L. Baum, A. (2003). Stress, Coping, and Immune Function. dalam Michela Gallagher dan Randy J. Nelson (editor) Handbook of Psychology, Volume 3, Biological Psychology. 441-455. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Grimm, J. (2008). Frustation Aggression Theory. dalam Wolfgang Donsbach (editor) International Encyclopedia of Communication: 1907-1909. Malden: Blackwell Publishing.

Hample, D. (2008). Verbal Aggressivness. dalam Wolfgang Donsbach (editor) International Encyclopedia of Communication: 5253-5257. Malden: Blackwell Publishing.

Holland, P. C. Ball, G. F. (2003). The Psychology and Ethology of Learning. dalam Michela Gallagher dan Randy J. Nelson (editor) Handbook of Psychology, Volume 3, Biological Psychology. 457-497. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Hauser, M. D. et al. (2014). The mystery of languange evolution. dalam Frontier of Psychology. Vol 5. Article 401 : 1-12.

Hickson, M. Stack, D. W. (2010). Biological Views of Communication, dalam The Review of Communicatiom. Vol 10. No 2: 263-275. London: Routledge

Lengel, L. (2009). Computer Mediated Communication. dalam William F. Eadie (editor) 21st Century Communication, A Reference Handbook, vol 2 : 543-549. Thousand Oaks: Sage Publication.

Martin, J. H. (1996). Neuroanatomy, Text and Atlas. London: Prentice Hall International.

Nevid, J. S, Rathus, S. A, Greene, B. (2005). Psikologi Abnormal. Jilid 2. Edisi kelima. Jeanette Murad dkk (terj). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Parker, S. (2013). Ensiklopedia Tubuh Manusia. Winardini dan Damaring Tyas Wulandari (penerjemah). Jakarta: Erlangga.

Saffran, E. M. Schwartz, M. F. (2003). Language. dalam Michela Gallagher dan Randy J. Nelson (editor) Handbook of Psychology, Volume 3, Biological Psychology. 595-636. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Sherwood, L. (2009). Fisiologi Manusia. edisi keenam. Brahm U. Pendit (terj). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Spitzberg, B, H, Cupach, W, R. (2009). Unwanted Communication, Aggresion, and Abuse. dalam William F. Eadie (editor) 21st Century Communication, Reference Handbook: 454-462. Thousand Oak: Sage Publication.

Stryker, S. Vryan, K. D. (2006). The Symbolic Interactionist Frame. dalam John Delamater (editor) Handbook of Social Psychology: 3-28. New York: Springer.

Tortora, G. J, Derrickson, B. (2011). Principles of Anatomy & Physiology. (13th edition). vol 1. New Jersey: John Wiley & Sons.

Young, S. N. Leyton, M. (2002). The role of serotonin in human mood and social interaction Insight from altered tryptophan levels. dalam Pharmacology, Biochemistry, and Behavior. Vol 71: 857-865: Elsevier.

Published

2020-08-31

Issue

Section

Articles