Central-Regional Government Financial Balance in Implementation of Regional Autonomy in Bali Province

Authors

  • Komang Pradnyana Sudibya Fakultas Hukum Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.38043/jah.v3i2.2657

Keywords:

Income inequality, local revenue, financial balance, Ketimpangan pendapatan, pendapatan asli daerah, perimbangan keuangan

Abstract

The Law No. 23 of 2014 on Regional Government and the distribution of regional taxes and levies by the Law No. 28 of 2009 on Regional Taxes and Regional Levies which are the right of regency/city government, the implication is that there is a big gap in the area of local revenue (PAD) which affects the imbalance of development between regions and equitable distribution of public welfare. To overcome this income inequality, the central government has an instrument through a central-regional financial balance to overcome both vertical and horizontal gaps. From the revenue structure, it turns out that the income of the financial balance of the central-regional is far greater than the local revenue. This indicates that the regional government still depends on the central government and the balance fund formula is an expectation for the regencies/city in Bali. This research uses normative legal research. The result of the research shows that the source of local revenue for regencies / cities throughout Bali, it turns out that the funds originating from the central financial balance in the regions are greater than the original regional income. This is a parameter that the regions still have a high dependence on the central government in obtaining financing for the implementation of regional autonomy.

Keywords: Income inequality, local revenue and financial balance

 

References

Buku

Arifin P. Soeria Atmadja, 2009, Keuangan Publik dalam Perspektif Hukum, Teori, Kritik dan Praktik, Cetakan Pertama. Jakarta: Rajawali Pers

Basuki, 2008, Pengelolaan Keuangan Daerah, Jogyakarta: Kreasi Wacana

Jimly Asshiddiqie, 2013, Komentar atas Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Jakarta: Sinar Grafika

Faisal Akbar Nasution, 2009, Pemerintahan Daerah dan Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah, Cetakan Pertama, Jakarta: Sofmedia

Muhammad Djumhana, 2007, Pengantar Hukum Keuangan Daerah, Bandung: Citra Aditya Bakti

M. Arief Nasution, et.al, 2000, Demokrasi dan Problema Otonomi Daerah, Bandung: Mandar Madju

W. Riawan Tjandra, 2014, Hukum Keuangan Negara, Cetakan Pertama, Jakarta: Grasindo,

Jurnal

Hutagalung, E. (2016). Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dengan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 42(1), 1-1.

Nasution, F. A. (2011). Kebijakan Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah Pasca Reformasi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 18(3), 381-404.

Hutagalung, E. (2016). Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dengan Pemerintah Daerah Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja, 42(1), 1-1.

Insani, I. (2009). Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Pemerintah Daerah dalam Rangka Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal Borneo Administrator, 5(3).

Sukaesih Kurniati, P. (2014). HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA PADA ERA REFORMASI. JIPSI-Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi UNIKOM, 3.

Peraturan Perundang-undangan

Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan

Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

Permendagri No. 13 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Downloads

Published

2020-11-10

Issue

Section

ARTIKEL