PENGARUH PROFESIONALISME, KOMITMEN ORGANISASI DAN SENSITIVITAS ETIKA TERHADAP INTENSI DALAM MELAKUKAN WHISTLEBLOWING: STUDI KASUS PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) PROVINSI BALI

Authors

  • Ni Ketut Ayu Rosiana Dewi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Undiknas Denpasar
  • I Gusti Ayu Agung Pradnya Dewi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Undiknas Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.38043/jiab.v4i1.2141

Abstract

The Influence of Professionalism, Organizational Commitment and Ethical Sensitivity on Intention to Do Whistleblowing: Case of Asset and Finance Management Body of Bali Province.The purpose of this research is 1) To know the positive influence of Professionalism on Intensity in doing Whistleblowing case study in Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali. 2) To know the positive influence of Organizational Commitment on Intensity in doing Whistleblowing case study in Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali 3) To know the positive influence of Ethical Sensitivity on Intensity in doing Whistleblowing case study in Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali. Data collection techniques using questionnaires. The sample in this research were 167 employee of Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali. This study uses simple random sampling technique. Data were analysed using regression analysis techniques, descriptive statistic, determination, f-test, and t-test by software SPSS for windows. The results of the study found that 1) Professionalism has positive and significant effect on Intensity in doing Whistleblowing. 2) Organizational Commitment has positive and significant effect on Intensity in doing Whistleblowing. 3) Ethical Sensitivity has positive and significant effect on Intensity in doing Whistleblowing.

Keywords: Professionalism, organizational commitment, ethical sensitivity, intensity in doing whistleblowing

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahern, K. M. dan S. M. 2002. The Beliefs of Nurses Who Were Involved in A Whistleblowing Event. Journal of Advanced Nursing.

Ajzen, I. 1991. The Theory of Planned Behaviour. Organizational Behaviour and Human Decision Processes, 50, 179–211.

Allen, N. J. & Meyer, J. P. 1996. Affective, continuance, and normative commitment to the organization. Journal of Vocational Behavior, 49, 252–276.

Bagustianto, R. dan N. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Melakukan Tindakan Whistleblowing.

Callahan, E.S., & Dworkin, T. 2000. The State of State Whistleblower Protection. American Business Law Journal, 38(1), 99–175.

Desy Purnamasari, P., & Gunawan. 2016. Pengaruh Sensitivitas Etis , Professional Identity , dan Locus of Control terhadap Whistleblowing Intention. Prosiding Akuntansi ISSN: 2460-6561, 955–963.

Diniastri, E. 2010. Korupsi, Whistleblowing dan Etika Organisasi. Skripsi. Malang: Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.

Elias. 2008. Auditing Student Professional Commitment and Anticipatory Socialization and Their Relationship to Whistleblowing, Managerial Auditing. Journal, 23 No. 3, 283–294.

Ghozali, I. 2016. Statistik Non-Parametrik: Teori dan Aplikasi dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro. Semarang.

Griffin, R. W. 2004. Manajemen Edisi Ketujuh. Jakarta: Airlangga.

Gunasti, H. 2005. Pengaruh Pengalaman Auditor Intern Bank Terhadap Profesionalisme Dan Keterkaitannya dengan Kinerja, Kepuasaan Kerja, Komitmen Dan Turn Over Intentions. Jurnal Ventura., 8, 21–44.

Hall, R. 1968. Profesionalization and Bureacratization. American Sociological Review, 33, 92–104.

Herusetya, A. 2002. Dampak Undang-Undang Sarbanes Oxley 2000 Terhadap Profesi Akuntan Publik. Jurnal Akuntansi Krida Wacana.

Indriantoro, N. dan S. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.

Irawati, A. dan S. 2012. Pengaruh Orientesi Etika Pada Komitmen Profesional, Komitmen Organisasional dan Sensitivitas Etika Auditor dengan Gender sebagai Variabel Pemoderasi. Simposium Nasional Akuntansi XV, Banjarmasin.

Jogiyanto. 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. (Andi Offset, Ed.) (Edisi Revi). Yogyakarta.

Kaplan, S., & Whitecotton, S. 2001. An examination of auditors’ reporting intentions when another auditor is offered client employment. Auditing: A Journal of Practice and Theory, 20(1), 45–63.

Kreshastuti, D. K., & Prastiwi, A. 2014. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WHISTLEBLOWING ( Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Semarang ), 3, 1–13.

Lekatompessy. 2003. Hubungan Profesioanlisme dengan Konsekuensinya: Komitmen Organisasi, Kepuasan Kerja, Prestasi Kerja, dan Keinginan Berpindah : Studi Empiris di Lingkungan Akuntan Publik. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi 5, 11, 69–84.

Lestari, R., & Yaya, R. 2017. Whistleblowing Dan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Niatmelaksanakannya Oleh Aparatur Sipil Negara. Jurnal Akuntansi, 21(3), 336–350. https://doi.org/10.24912/ja.v21i3.265

Ludigdo, U. 2008. Makna Uang dalam Konstruksi Kesadaran Etis Akuntan, 9, 1.

Mangkunegara. (2005). Manajemen Sumberdaya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Maulana Saud, I. 2016. Pengaruh Sikap dan Persepsi Kontrol Perilaku Terhadap Niat Whistleblowing Internal-Eksternal dengan Persepsi Dukungan Organisasi Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Akuntansi Dan Investasi, 17(2), 209–219. https://doi.org/10.18196/jai.2016.0056.209-219

Miceli, M. P. dan J. P. N. 1985. Characteristics of Organizational Climate and Perceived Wrongdoing Associated with Whistle-Blowing Decisions. Personnel Psychology.

Moeljarto, T. 1996. Pembangunan Dilema dan Tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mowday,R.T.,R.M. Steers, dan L. W. P. (1979). The Measurument of Organizational Commitment. Journal of Vocational Behavior, 14, 224–247.

Mowday, R. T. et. al. 1982. Employee – Organizational Linkages: The Psychology Of Commitment Absentism And Turnover. Academic Press Inc, New York.

Orlander, S. 2004. Whistle-blowing Policy: An Element of Corporate Governance. Academic Journal Article, 45(Management Quarterly), 4.

Park, H., & Blenkinsopp, J. 2009. Whistleblowing as Planned Behavior – A Survey of South Korean Police Officers, 545–546. https://doi.org/10.1007/s10551-008-9788-y

Peters, Charles, and T. B. 1972. Blowing the Whistle: Dissent in the Public Interest. New York: Praeger.

Putri, C. M. 2016. Pengaruh Jalur Pelaporan dan Tingkat Religiusitas terhadap Niat Seseorang Melakukan Whistleblowing. Jurnal Akuntansi Dan Investasi, 17 (1), 42–52.

Risti Merdikawati & Andri Prastiwi. 2012. Hubungan Komitmen Profesi Dan Sosialisasi Antisipatif Mahasiswa Akuntansi Dengan Niat Whistleblowing, 1, 1–10.

Riyanto, B. 2008. Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan Edisi 4. Yogyakarta.

Robbins, S. P. dan J. (2007). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat.

Sagara. 2013. Profesionalisme Internal Auditor dan Intensi Melakukan Whistleblowing. Jurnal Liquidity., 2, 1.

Sari, M., & Setiawati, L. P. 2016. Profesionalisme, Komitmen Organisasi, Intensitas Moral dan Tindakan Akuntan Melakukan Whistleblowing. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 17(1), 257–282.

Siagian, S. P. 1994. Patologi Birokrasi. Jakarta: Galia Indonesia.

Sidani, Y., I. Zbib, M. Rawwas, T. M. (2009). Gender, Age, and Ethical Sensitivity: The Case of Lebanese Workers : Gender in Management. An International Journal, 24 (3), 211–227.

Sopiah. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.

Sugianto. 2011. Hubungan Orientasi Etika, Komitmen Profesional, Sensitivitas Etis dengan Whistleblowing Perspektif Mahasiswa Akuntansi. Jurnal. Universitas Hasanudin, Makasar.

Sugiyono. 2014. Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistomo. 2012. Persepsi mahasiswa akuntansi terhadap niat untuk mengungkapkan kecurangan.

Suseno, F. M. 1987. Etika Dasar: Masalah- Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Theodorus M. Tuanakotta. 2016. Analisis pengaruh komitmen profesional, komitmen organisasi, dan demografi terhadap intensi melakukan tindakan.

Tjiptohadi. 1996. September. Profesionalisme Akuntan Sedang Diuji. Harian Bisnis Indonesia, p. 3.

Wardani, C. A. 2017. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerapan Whistleblowing, 9(1), 29–44.

Webster Dictionary. 1960.

Winardi, R. D. 2013. The Influence Of Individual And Situational Factors On Lower-Level Civil Servants ’ Whistle-Blowing, 28(3), 361–376.

Yulianto, R. D. A. 2015. Pengaruh Orientasi Etiks, Kmitmen Profesional, Dan Sensitivitas Etis Terhadap Whistleblowing (BPK DIY).

Downloads

Published

2019-06-12

How to Cite

1.
Dewi NKAR, Dewi IGAAP. PENGARUH PROFESIONALISME, KOMITMEN ORGANISASI DAN SENSITIVITAS ETIKA TERHADAP INTENSI DALAM MELAKUKAN WHISTLEBLOWING: STUDI KASUS PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) PROVINSI BALI. j.ab [Internet]. 2019Jun.12 [cited 2022Sep.28];4(1):1-13. Available from: https://journal.undiknas.ac.id/index.php/akuntansi/article/view/2141

Issue

Section

Articles