EKSISTENSI KESENIAN TA’BUTHAAN SERTA RELASI KUASA ANTAR AKTOR DALAM KESENIAN TA’BUTHAAN

Dwi Retnaning Putri, Retno Sukma Wanti, Fikry Rohmatul Jannah, Andini Kurniasih, Alfinna Bella Nathassya

Abstract


Budaya ta’butha’an adalah budaya khas yang berasal dari Desa Kamal Kecamatan Arjasa kesenian khas Jember Utara yang hingga saat ini kesenian tersebut masih terus dilestarikan dan menjadi ikon desa kamal itu sendiri. Kesenian Ta’butha’an rutin pada umum digunakan dalam acara resik desa, yang biasanya diakukan setiap tahun, yang pada saat ini masih sering ditampilan dalam berbagai acara yang di selenggrakan khususnya oeh masyarakat desa Kamal. Penelitian ini membahas tentang eksistensi dari kesenian Ta’butha’an, selain itu juga tentang bagaimana relasi para aktor yang berkuasaan pada kesenian Ta’butaan. Relasi kekuasaan ini merupakan sebuah fenomena yang pasti ada dalam suatu masyarakat. Relasi ini timbul karena adanya interaksi dalam masyarakat, yang pada akhirnya akan menimbulkan suatu dominasi tertentu. Kekuasaan didapatkan oleh seseorang atau kelompok tertentu dikarenakan adanya faktor-faktor pendukung adanya dominasi tersebut. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Dalam penelitian ini teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam terhadap informan terpilih. Data di analisis melalui teknik analisis kritis menggunakan teori Michael Foucault mengenai konsep kekuasaan. Akhirnya praktik itu dapat di analisis dan di pandang sebagai sebuah kajian ilmiah dalam bidang akademis                           

Kata Kunci : Budaya, Ta’Buthaan, Kuasa, Relasi.



Keywords


Budaya, Ta’Buthaan, Kuasa, Relasi

Full Text:

PDF

References


Saputri, L. (2019). Pengaruh Budaya Pandalungan pada Bentuk Penyajian Kesenian Can Macanan Kadduk. INVENSI, 4, 167-183.

Jannah, R. (2012). Jember Fashion Carnival: Konstruksi Identitas dalam Masyarakat Jaringan. Jurnal Sosiologi MASYARAKAT , 135-151.

Af, A. K. (2012). KONSEP KEKUASAAN MICHAEL FOUCAULT. Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam, 131-149.

Andiyanto. (2003). Sejarah Budaya Jember Utara. Jember, Jawa Timur, Jember.

Eska Wiedyana, N. S. (2018). EKSISTENSI PERTUNJUKAN CAN MACANAN KADDUK' PAGUYUBAN BINTANG TIMUR DI KABUPATEN JEMBER. GREGET, 17.

Hidayah, W., & Azizah, N. (2018). Pengembangan Wawasan Kebudayaan Melalui Teks Cerita Rakyat "Ta'Buthaan" dengan Model Pembelajaran Kooperatif Type Jigsaw. PS PBSI FKIP Universitas Jember, 263-276. (Diakses pada 1 Desember 2019)

Hidayat, Y. (2013). HUBUNGAN SOSIAL ANTARA ETNIS BANJAR DAN ETNIS MADURA. JURNAL KOMUNITAS, 87-92.

Wadiyo. (2006). Seni sebagai Sarana Interaksi Sosial (Art as a Tool of Social Interactions). HARMONIA JURNAL PENGETAHUAN DAN PEMIKIRAN SENI, VII No.2.

Marciano, R. (2019). Pengembangan Teknik Peran Seorang Aktor Untuk Pementasan Monolog Melalui Sistem Stanislavski dalam Buku an Actor Prepares and Building a Character. SATWIKA: Jurnal Kajian Budaya dan Perubahan Sosial , 69-86.

Andri R.M., S.S.,M.A. , L. (2016). SENI PERTUNJUKAN TRADISIONAL DI PERSIMPANGAN ZAMAN: STUDI KASUS KESENIAN MENAK KONCER SUMOWONO SEMARANG. HUMANIKA, 25-31.

Kamahi, U. (2017). Teori Kekuasaan Michel Foucault : Tantangan Bagi Sosiologi Politik. Jurnal Al-Khitabah , 117 - 120.

Susilo, D. R., Saripudin, D., & Moeis, S. (2018). PERKEMBANGAN SANGGAR SENI TARI TOPENG MULYABHAKTI DI DESA TAMBI. FACTUM: JURNAL SEJARAH DAN PENDIDIKAN SEJARAH, 53-66.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Web
Analytics Journal Statistic