REAKSI INVESTOR ATAS INTELEKTUAL CAPILTAL DENGAN KEBIJAKAN DEVIDEN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

Authors

  • Ronald N Girsang Universitas Muara Bungo

DOI:

https://doi.org/10.38043/jiab.v5i1.2433

Keywords:

reaski investor, kebijakan deviden, Intelektual Capital

Abstract

Reaksi Investor atas Intelektual Capiltal Dengan Kebijakan DevidenSebagai Variabel Moderasi

Penelitian ini bertujuan untuk melihat reaksi investor atas Intelektual Capital serta kebijakan deviden sebagai variabel moderasi. Populasi penilitian pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamtan 2014-2018 serta sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder denga teknik dokumentasi. Analisis data menggunakna teknik moderasi selisih mutlak serta alat analisis software SPSS versi 23. Hasil Penelitian menunjukan bahwa secara parsial Value Added Human Capital Coeffcient (VAHU) berpengeruh terhadap Reaksi Investor, Sedangkan  Structural Capital Coefficient (STVA) dan Value Added Capital Coefficient (VACA)  tidak berpengaruh. Dan 3.         Kebijakan Deviden merupakan variabel memoderasi hubungan Value Added Human Capital Coeffcient (VAHU) terhadap Reaksi investor. Namun, tidak mampu memoderasi hubungan Structural Capital Coefficient (STVA) dan Value Added Capital terhadap reaksi investor

Author Biography

Ronald N Girsang, Universitas Muara Bungo

Prodi Akuntansi (Fakultas Ekonomi)

References

Aharony, J and Swary, I. 1980. Quertely dividen and Earning Announcement and stockholders return : An Emperical analyzis . The Journal of Finance Vol. XXXV.No.1.

Algifari. 2000. Analisis Teori Regresi : Teori Kasus dan Solusi. Yogyakarta: BPFE

Ambarwati Sri Dewi Ari, 2010, manajemen Keuangan Lanjut, edisi pertama, cetakan pertama, penerbit : Graha Ilmu, Yogyakarta.

Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia (The Intelligent Guide to. Indonesian Capital Market). Jakarta: Mediasoft Indonesia.

Barney, J.B. 1991, “Firm resources and sustained competitive advantage”,. Journal of Management, Vol. 17 No. 1, pp. 19-120.

Barney, J. B. and Clark, D. N. (2007). Resource-based Theory: Creating and Sustaining Competitive Advantage. New York: Oxford University Press, Inc.

Bontis, N., Keow, W.C.C., Richardson, S. 2000. “Intellectual capital and business perfor-mance in Malaysian industries”. Journal of Intellectual Capital Vol. 1 No. 1. pp. 85-100.

Bhattacharya,S 1979.” Imperfect Information, Dividend Policy and The Bird in. The Hand Fallacy ” Journal of Economics.vpl.10:pp 259-27.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2014). Dasar-dasar Manajemen Keuangan Edisi 1: Buku 2 . Jakarta: Salemba Empat.

Easterbrook, F.H. 1984. Two Agency-Cost Explanation of Dividend, The American. Economic Review, 74 (4), Hal 650-659.

Goh, P. C., dan K. P. Lim. 2004. Disclosing intellectual capital in company annual reports; Evidence from Malaysia. Journal of Intellectual Capital 5 (3): 500-510.

Gumanti, Tatang Ary. 2013. Kebijakan Dividen Teori, Empiris, dan Implikasi. Jakarta: UPP STIM YKPN.

Guthrie, J., Perry, R., dan Ricceri, F. 2007. Intellectual Capital Reporting: Lessons from Hong Kong and Australia. Edinburgh: The Institute of Chartered Accountants of Scotland.

Jensen, M., C., dan W. Meckling, 1976. “Theory of the firm: Managerial behavior, agency cost and ownership structure”, Journal of Finance Economic 3:305-360.

John, Kose dan Williams, Joseph. 1985. Dividends, Dilution, and Taxes: A Signalling Equilibrium. The Journal of Finance, Vol. 40, No. 4, September, Hal. 1053-1070.

Kuryanto, Benny. 2008. Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Perusahaan. Universitas Diponegoro Semarang

Marwan. Asri dan Faisal. 1998. Reaksi pasar modal Indonesia terhadap peristiwa politik dalam negeri (event study pada peristiwa 27 Juli 1996). Kelola. Vol. 18: 137-15.

Penrose, E.T. 1959. The Theory of the Growth of the Firm. Great Britain: Basil Blackwell & Mott Ltd.

Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 19 (Revisi 2009) tentang aset tidak berwujud. Ikatan Akuntan Indonesia

Rahmawati, A. 2018. How Do Agency Theory, Stewardship Theory and Intellectual Capital as a Solution for Agency Conflict?. Journal of Management Research. 2018, Vol. 10, No. 2. ISSN 1941-899X.

Pulic, A. 2008. “Measuring the performance of intellectual potential in knowledge economy”.Paper presented at the 2nd McMaster Word Congress on Measuring and ManagingIntellectual Capital by the Austrian Team for Intellectual Potential.

Pasaribu, Rowland Bismark. 2010. Pemilihan Model Asset Pricing. Jurnal Akuntansi dan Manajemen, Vol. 21, No. 3, December 2010

Purbowati, Rachyu.2008.PengaruhVariabel-VariabelDeterminan Terhadap Audit Delay dan DampaknyaPada Reaksi Investor. Tesis. Program Pasca Sarjana.Fakultas Ekonomi. Universitas Brawijaya.

Rudianto, 2012,Pengantar Akuntansi Konsep & Teknik PenyusunanLaporan Keuangan,Penerbit :Erlangga, Jakarta

Sangkala.2006.Intellectual Capital Manajemen.Jakarta: YAPENSI.

Sartono, Agus. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4. Yogjakarta: BPFE.

Sudana , I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktek. Jakarta : Erlangga.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suwardjono. 2014. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Edisi. Ketiga. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Widyaningrum, Ambar . 2004. Modal Intelektual. Departemen Akuntansi FEUI Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia Vol. 1 pp.16-25

Wismar’ein, Dian. 2004. Reaksi Pasar Atas Pengumuman Right Issue Terhadap Abnormal Return Saham dan Likuiditas Saham (Studi Kasus Pada Bursa Efek Jakarta). Tesis. Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro.

Downloads

Published

2020-07-17

Issue

Section

Articles